WA 081394081304 | BBM : 29024C44

Rabu, 17 Desember 2014

Ustadz Ian Sopian | Kajian Thibbun Nabawi

Klinik yang mengobati berbagai penyakit Medis dan Non Medis - Klinik Bekam Ruqyah Center BRC Cirebon
Kajian Thibbun Nabawi bersama Ustadz Ian Sopian
Thibbun Nabawi merujuk pada tindakan dan perkataan Islam (hadis) Nabi Muhammad SAW mengenai penyakit, pengobatan, dan kebersihan, maupun genre tulisan oleh para sarjana non-medis untuk mengumpulkan dan menjelaskan tradisi-tradisi tersebut.

Istilah Thibbun Nabawi ini dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk menunjukkan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah, sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul dan khurafat.

Terdapat beberapa pengertian mengenai thibbun nabawi yang telah didefinisikan oleh ulama di antaranya:

  • Thibbun nabawi adalah segala sesuatu yang disebutkan oleh Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih yang berkaitan dengan kedokteran baik berupa pencegahan (penyakit) atau pengobatan.
  • Thibbun nabawi adalah kumpulan shahih dari petunjuk Rasulullah Muhammad SAW dalam kedokteran yang beliau lakukan untuk berobat dengannya atau untuk mengobati orang lain.
  • Thibbun nabawi adalah (metode) pengobatan Rasulullah SAW yang beliau ucapkan, beliau tetapkan (akui), beliau amalkan, merupakan pengobatan yang pasti (bukan sangkaan), bisa mengobati penyakit jasad, ruh dan indera.

Banyak macamnya untuk pengobatan Thibbun Nabawi diantaranya:

Ruqyah adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat dari ‘ain (mata hasad), sengatan hewan, sihir, racun, rasa sakit, sedih, gila, kerasukan, gangguan jin, dan lainnya. Dari Aisyah radiallahu ‘anhaa berkata :“Bahawasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam apabila sakit baginda membaca sendiri Al-Muawwizat, kemudian meniup padanya. Dan apabila rasa sakitnya bertambah aku yang membacanya kemudian aku usapkan ke tangannya mengharap keberkahan dari surah-surah tersebut.” (HR. Al-Bukhari)
Bekam
 adalah mengeluarkan darah kotor dari tubuh dengan cara menyedot pada sayatan ringan di kulit tubuh. "Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay (sundutan) dengan api, sesungguhnya aku melarang umatku dari kay." (HR. Bukhari)
 
Habbatus Sauda’ (Jintan hitam/Syuwainiz) menurut hadits Nabi: Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian”(HR.Bukhari)

Mengkonsumsi Madu : “Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.”(QS. An-Nahl: 69)

Menggunakan Minyak Zaitun :  “Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).


Mempergunakan Siwak (Miswak) Bersiwak adalah menyikat gigi dengan Miswak, yakni sejenis ranting pohon yang lunak dan tidak melukai gigi dan memiliki kandungan getah yang tidak lengket dan berfungsi seperti pasta gigi. “Jika tidak memberatkan umatku, (pasti) akan aku perintahkan mereka (mempergunakan) siwak pada setiap kali berwudhu.” ( HR. al-Bukhari)

Disebutkan pula khasiat dari beberapa bahan lainnya (di antaranya seperti air Zam-zam dan Daun Bidara) yang dapat dikategorikan sebagai Thibbun Nabawi. Dapat pula kita pergunakan berpuasa untuk pengobatan secara Thibbun Nabawi. Menurut catatan Mohammad Sholikhin, puasa itu malah bisa menyembuhkan sakit maag. Sebab, puasa yang kita lakukan telah didasari niat sebelum fajar bahwa kita pada esok harinya akan berpuasa dan berbuka sewaktu maghrib. Niat itu direkam oleh otak dan akan memengaruhi jam biologis, yang seharusnya makan di waktu siang, tapi terus hingga maghrib kelak. Padahal, rasa lapar dipengaruhi oleh hipofisis yang bekerja. Ini akan memengaruhi pankreas dan adrenalin. Pankreas inilah yang mengeluarkan insulin guna mencerna makanan termasuk karbohidrat. Jadi dengan puasa itulah, lambungpun mengering selama 13 jam. Dengan demikian, luka-luka dan borok-borok pada lambung ikut kering. Setelah berbuka-pun, kita dianjurkan meminum air hangat campur madu segelas sebagai obat luka pada lambung. Sehingga, bisa disimpulkan puasa dapat mengeringkan luka dan menjadi kunci untuk "mempuasakan" orang menjelang operasi di bidang medis.


Banyak Referensi atau rujukan Kitab tentang pengobatan Islami diantaranya adalah Ibnul Qayyim pada tahun 1300-an menulis karya yang penting dalam bidang thibbun nabawi, yang berjudul Ath-Thibbun Nabawi yang berisi 277 bab. Dia membahas beragam perawatan sesuai rekomendasi dari nabi, juga berkenaan dengan adabnya, malpraktik dan pentingnya kompetensi dari seorang dokter. Adab di dalam proses pengobatan terus memiliki kedudukan penting di dalam pengobatan Islami. Ulama lainnya, seperti As-Suyuthi juga memiliki dua buah kitab tentang thibbun Nabawi, juga Imam Adz-Dzahabi (w. 1348 M).

Sumber : http://brcmediaindonesia.blogspot.com/2014/12/ustadz-ian-sopian-kajian-thibbun-nabawi.html

0 komentar:

Posting Komentar


Klinik Bekam Ruqyah Center (BRC) Cirebon
Jl. Raya Sunan Gunung Jati RT. 12/3 No. 71 Desa Klayan Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon Kode Pos 45151
WA : 081394 081304 HP : 0851-0484-0724
PIN BBM : 29024C44
Jam Praktek :
Buka Setiap Hari dari jam 09.00 sd 17.00 WIB
Kecuali Jum'at jam 13.00 sd 17.00 WIB

twitter : @brccirebon
FB : https://www.facebook.com/brccirebon1
youtube : https://www.youtube.com/user/bekamruqyahcirebon