WA 081394081304 | BBM : 29024C44

Jumat, 12 September 2014

Menyikapi Sakit

pengobatan alternatif wilayah cirebon
Menyikapi Sakit Bagi Umat Muslim
Menyikapi Sakit – Sudah  seharusnya kita berusaha mensyi`arkan kan pengobatan alami islami ini yang orang  banyak menyebutnya Thibbunabawi pengobatan sunah Nabi ada juga sebagian orang menyebutnya bukan sunah tapi kebiasan Nabi,,,,,,terkait itu tidaklah jadi soal fokuslah pada niat dan  hasil yang  akan  kita dapatkan ketika kita mengamalkan thibunabawi ini….

Saya sangat referensikan kepada sahabat semua karena saya sendiri mengalami dahsyatnya efek dari mengamalkan thibbunabawi ini dulu saya seorang  pasien yang kepayahan  kini sudah jadi bagian dari praktisi thibbunabawi,,Alhamdulillah itu semata-mata karunia dari Alloh SWT.

PERANAN THIBBUNABAWI UNTUK SEORANG YANG SAKIT.

Cara memaknai sakit itu adalah kunci utama seseorang dapat lulus dalam menghadapi ujian dari sakitnya…..nah untuk dapat memaknai sakit yang tepat sehingga sakitnya itu menjadi dirasakan penuh hikmah dan tidak membuat kemunduran kwalitas ibadah atau kwalitas kehidupan lainnya  itu perlu kita  cari diantaranya diklinik thibbunabawi inilah kita akan temukan solusinya……

Thibbunabawi membawa misi menyehatkan  umat dengan sunah,,,,jadi ketika kita yakin akan sembuh dengan syariat thibbunabawi ini maka itu sudah berbanding lurus dengan keyakinan bahwa Alloh akan memberikan kesembuhan yang terbaik bagi kita dengan cara-caraNya yang terbaik..yaitu sunah Nabi-Nya.

Disisi thibbunabawi sakit bisa dipandang sebagai ujian atau sakit bisa juga bermakna musibah,,,,ujian ataupun musibah jika kita benar menyikapinya Sakit itu akan berakhir  kebaikan pada orang yang mengalaminya.

Ketika sakit dipandang sebagai ujian itu akan mengangkat derajat sisakit disisi Alloh SWT.

Ujian sakit  bisa jadi sebagai ujian keimanan bagi orang yang beriman,

Alloh SWT berfirman:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu saja mengatakan: “kami telah beriman”,sedang mereka tidak diuji lagi? (QS.Al’Ankabut:2)

Maka dengan Sakit itulah akan meningkatkan derajat sisakit disisi Alloh SWT : menambah keimanan orang yang beriman dan membersihkan dosa-dosa sisakit

Orang sakit yang mau bersabar akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya.

Rasulullah Muhammad Saw bersabda,“Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan.” (H.R MUSLIM)

Ketika sakit itu ditetapkan sebagai musibah maka sakit itu juga berdampak satu hal kebaikan untuk si sakit ketika sisakit bisa sabar,ikhlas dan beikhtiar karena Alloh mencari kesembuhan maka sudah jelas sakitnya akan menggugurkan dosa-dosanya.karena tidak datang suatu musibah tidak dikarenakan suatu dosa atau kesalahan yang diperbuatnya sendiri,,

Allah telah berfirman:

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,dan Allah memaapkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)  (QS.Assy Syuura:30)

Sahabat-sahabat kita harus yakin dengan karunia dan ampunan dari Alloh SWT…namun kita juga harus siap melalui proses supaya dosa-dosa atau kesalahan kita itu dapat terbersihkan diantaranya kita harus siap melewati proses sakit tersebut dengan penuh kesabaran dan keikhlasan karena Alloh SWT,serta terus memupuk keyakinan bahwa Alloh SWT akan memberikan kesembuhan dan terhapusnya dosa-dosa kita.

Yakinlah tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya,,

Usamah bin syarik radhiallahu anhu dia berkata: para orang baduy itu berkata wahai Rasulullah,tidaklah kami ini harus berobat(jika sakit)?” Beliau menjawab :

Wahai sekalian hamba Allah,berobatlah kalian. Karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan suatu penyakit melainkan menciptakan juga obat untuknya kecuali satu penyakit,” Mereka bertanya:” Penyakit apa wahai Rasulullah?” beliau menjawab;” yaitu penyakit tua (pikun).” (HR.Abu Daud No.3357 Dan Tirmidzi no.1961)

Sahabat sedikit saya uraikan beberapa tahapan ikhtiar yang bisa kita lakukan dalam menghadapi sakit meraih kesembuhan dari Alloh SWT.,

Pertama kita harus menguatkan keyakinan kita bahwa segala sesuatu penyakit yang terjadi,itu adalah kehendak Alloh SWT ,ketika kita sakit secara fisik berarti ada sesuatu hal yang tak seimbang dalam tubuh kita dapat diartikan pula adanya penurunan pungsi organ atau system organ dikarenakan berbagai ,,factor-faktor penyebab sakit itulah yang pertama-tama harus kita temukan untuk  kita perbaiki supaya tak ada sakit yang berkelanjutan

Penurunan fungsi organ atau system organ itu terjadi ketika aktipitas,pikiran atau fisik melebihi batas normal fitrahnya manusia sehingga tinjaulah aktifitas keseharian kita apakah seimbang atau berlebih, atau pun cendrung kurang dari kebutuhan normalnya,,,

Contoh kasus pola makan kita apakah cukup,kurang atau berlebih? Ketika kurang maka kita perlu tambahan asupan nutrisi yang cukup,,, solusi thibbunabawi menganjurkan herbal lah solusinya ,,,,,kita perlu melakukan terapi herbal yang berkesinambungan”

Bagaimana jika pola makan kita cendrung berlebih maka ? ketika pola makan kita melewati kebutuhan normal firahnya maka yang terjadi adalah kita akan memndapatkan kelebihan zat – zat makanan yang kita konsumsi sehingga system tubuh akan terbebani Karena perlu energy berlipat untuk mencerna makanan tersebut, apalagi jika makanan yang kita konsumsi itu bukan bersipat nutrisi yang dibutuhkan tubuh malah zat yang bisa meracuni tubuh seperti makanan siapsaji,makanan kemasan yang mengandung pengawet kimia,,,maka system tubuh pastilah terus terbebani dan semakin tak seimbang sehingga organ tubuh akan kehilangan hak-haknya dan akan terus melemah dan bila dibiarkan secara bertahap akan rusak,begitulah sakit terjadi”

Allah SWT telah berfirman:

………Makan dan minumlah.tapi jangan berlebih-lebihan.sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan (QS.Al-Araf:31)

Makanlah diantara rezeki yang baik yang telah Kami berikan pada kalian, dan janganlah melampaui batas padanya (QS. Thaha ayat :81)


Pola makan sehat adalah pola makan yang dicontohkan Rasulullah SAW,,,

Rasulullah saw sendiri telah memerintahkan untuk mengatur waktu makan dan berpegang teguh pada etika, sebagaimana sabda Beliau:
Kami adalah orang-orang yang tidak makan kecuali setelah lapar, dan bila makan kami tidak sampai kenyang?

Beliau juga bersabda:
Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Kalau dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas

(HR. Turmudzi, Ibnu Majah, dan Muslim)

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Imam Ahmad dan Darimi,

Rasulullah saw juga bersabda:
Makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang sebenarnya cukup untuk delapan orang?

Dalam hadits lain disebutkan:
Sesungguhnya termasuk sikap berlebih-lebihan bila kamu memakan segala sesuatu yang kamu inginkan (HR Ibnu Majah)

Beliau pun bersabda:
Seorang mukmin makan dengan satu usus, sementara orang kafir makan dengan tujuh usus. (HR. Muslim, Turmudzi, Ahmad, dan Ibnu Majah)

Sahabat-sahabat setelah kita tahu faktor penyebab dari pada sakit yang kita alami,,,,maka berusahalah mengatur pola hidup,,bersandar pada sunah Rasulullah SAW…luruskan niat melangkahlah ikhtiar memperbaiki hati dan kondisi fisik diri kita karena Allah semata.
Ikhtiar terapi apa yang harus dilakukan ketika sakit ?

Rasulullah SAW bersabda:

“Gunakanlah dua penyembuh yaitu madu dan AL- Quran”(HR.Ibnu Majah dan Hakim)

Dari hadist diatas mengandung makna bahwa ada dua faktor yang harus kita perbaiki yakni factor fisik atau lahiriah dan fsikis atau batiniah/Ruhiyah kedua factor itulah yang menjadi dasar kekuatan akan kesembuhan ,,,obatilah sakitmu dengan banyak membaca Alquran atau mendengarkan ayat Al-Quran lakukanlah terapi Al-Quran dengan Ruqyah Syariyah,,,kemudian obatilah kelemahan fisikmu dengan mengkonsumsi madu dan herbal-herbal yang utama yaitu herbal sunah diantaranya Habbatusauda,Kurma,dan tindakan anjuran terapinya adalah bekam/hijamah.

1.Terapi Al-quran

Allah SWT telah berfirman:

Hai Manusia,Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS.Yunus,10:57)

2.Terapi Madu.

Allah SWT berfirman:

“Dari perut lebah itu keluar minuman(Madu) yang bermacam-macam warnanya,didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia,sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan”.(QS. An-nahl:69)  

3.Terapi Bekam

Rasulullah SAW bersabda:

Sebaik-sebaik sesuatu yang kamu pergunakan menjadi obat adalah Al-Hijamah (Bekam)            ( HR.Bukhori Muslim)

 Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara yaitu: sayatan pisau atau jarum, tegukan madu, dan sundutan api, namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api”.(HR.Bukhori dan Muslim)

Sebetulnya selain itu masih banyak hal-hal yang menjadi anjuran Rasulullah SAW untuk dijadikan syariat dalam meraih kesembuhan namun dengan tiga hal itu saja sebetulnya kita sudah cukup menyempurnakan ikhtiar dalam meraih kesembuhan dari Allah SWT,,,KUNCI NYA KITA YAKIN.ISTIQOMAH.IKHLAS DAN BERTAWAKAL PADA ALLAH SWT.

InsyaAlloh Hikmah sakit dan kesembuhan akan didapat seiring Rido dari Allah SWT.

SEMOGA BERMANFAAT”

Created by Wawan Setiawan

Sumber : http://brc-cibaduyut.com

0 komentar:

Posting Komentar


Klinik Bekam Ruqyah Center (BRC) Cirebon
Jl. Raya Sunan Gunung Jati RT. 12/3 No. 71 Desa Klayan Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon Kode Pos 45151
WA : 081394 081304 HP : 0851-0484-0724
PIN BBM : 29024C44
Jam Praktek :
Buka Setiap Hari dari jam 09.00 sd 17.00 WIB
Kecuali Jum'at jam 13.00 sd 17.00 WIB

twitter : @brccirebon
FB : https://www.facebook.com/brccirebon1
youtube : https://www.youtube.com/user/bekamruqyahcirebon