WA 081394081304 | BBM : 29024C44

Rabu, 09 Juli 2014

Diganggu oleh Jin?

Oleh : Kang Badri (Khodim BRC)

Sudah dua tahun lebih Ahmadi membawa ibunya ke beberapa rumah sakit, didalam bahkan luar negri, namun anehnya penyakit yang diderita ibunya tidak kunjung sembuh, bahkan setelah beberapa kali dioperasi kondisinya tidak semakin membaik akan tetapi sebaliknya semakin memprihatinkan.  Dari mulai berat di kepala yang terus menerus, bahu terasa berat sekali, hingga panas dibagian-bagian tertentu yang senantiasa berpindah-pindah, mengakibatkan terganggunya ritme istirahat, akhirnya jadi sulit tidur dan jika tidurpun selalu gelisah juga mimpi hal yang menakutkan. 

Banyak yang menganjurkan untuk berobat alternatif, namun Ahmadi khawatir salah tempat, takut terjerumus dalam kemusyrikan.  Orang sunda bilang “Dukun lintuh, Panyakit matuh”.  

Suatu hari ia tertarik dengan Ruqyah, karena banyak tamu yang menjenguk  mengatakan mungkin ibu terkena guna-guna, gangguan jin. Namun sekali lagi ia tambah bingung apakah hal itu tidak musyrik?
Akhirnya ia bertemu dengan seorang ustadz praktisi Ruqyah, untuk memantapkan hatinya ia berkonsultasi terlebih dahulu agar lebih yakin. 

Apa yang dimaksud dengan Ruqyah ustadz?  Ruqyah ialah bacaan-bacaan (doa) yang ditujukan untuk kesembuhan dan penangkal penyakit fisik dan non fisik (sihir, gangguan jin), yang bersumber dari al Quran dan Sunnah (dicontohkan oleh Nabi saw atau perbuatan sahabat yang disetujuinya.   

Apakah tidak musyrik meyakini jin bisa masuk kedalam tubuh kita? Ibn Taimiyyah menjelaskan didalam Kitab Majmu Fatawa vol 24, hal 276 menjelaskan, para imam Ahlusunah Waljama'ah sepakat bahwa jin bisa masuk kedalam tubuh manusia, lebih lanjut beliau menjelaskan, “Tidak ada Seorangpun dari kalangan ulama   Islam   yang    mengingkari   adanya  kemungkinan  jin kemungkinan jin masuk kedalam tubuh orang yang kesurupan dan yang tidak.  Orang yang mengingkarinya dan mengklaim bahwa syari'at menganggap hal itu sebagai kebohongan, maka sesungguhnya dia sendirilah yang telah mendustakan syari'at agama. Tidak ada satupun dalil yang meniadakan hal ini, di vol 19, hal 112 beliau menyebutkan bahwa orang-orang yang mengingkari kemungkinan masuknya jin kedalam tubuh manusia ini adalah dari kalangan Mu'tazilah.

Katanya ada hadits yang menjelaskan bahwa Ruqyah itu musyrik? Ya, betul sekali Rasul bersabda : Sesungguhnya Ruqyah, jimat-jimat dan guna-guna itu Musyrik. HR.Muslim.  Ruqyah itu terbagi dua : Ruqyah Syirkiyyah, yang mengandung unsur-unsur musyrik seperti memakai jimat, kemenyan dan menyebut nama-nama selain Allah.  Dan Ruqyah Syar'iyyah yaitu ruqyah yang tidak mengandung unsur muysrik dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. HR. Muslim. Jadi, yang dimaksud ialah Ruqyah Syirkiyyah. Oleh karena itu Imam Ash Suyuthi menjelaskan bahwa para ulama sepakat membolehkan ruqyah dengan tiga syarat yaitu : 
1. Ruqyah dengan Quran atau nama-nama Allah dan sifat-sifatnya. 2. Dengan bahasa arab atau bahasa yang dipahami maknanya.  3. Berkeyakinan bahwa sesungguhnya ruqyah itu tidak berfaidah secara langsung, akan tetapi semua itu terjadi karena taqdir Allah ta'ala. 

Kenapa Jin bisa masuk dalam tubuh manusia ? Jangankan kita manusia biasa, bila kita perhatikan QS. 38:41 dimuka, kejadian yang menimpa Nabi Ayyub yang diganggu dengan kepayahan dan siksaan dari Syetan.  Demikian pula Rasulullah saw, Imam Bukhori-Muslim dalam kitab Shohinya meriwayatkan hadits dari ‘Aisyah ra :  “Rasulullah saw disihir sehingga seolah-olah beliau melakukan senggama dengan istri-istrinya yang sesungguhnya tidak melakukanya. Hal demikian merupakan sihir yang sangat”.  Hal ini menunjukan bahwa hal itu terdapat dalam Qur’an dan Sunnah.  Namun secara umum banyak terjadi dari dua faktor, pertama internal,  hal itu diakibatkan  :
a.       "Pagar-pagar penjaga rumah", penangkal dari gangguan GHAIB, yang dipendam/ditanam didalam dan disekitar rumah atau tempat usaha.
b.      Jimat-jimat, Rajah yang digantungkan, dipasang dirumah  atau tempat usaha, dibawa, dipakai "ROMPI", sapu tangan, ikat pinggang, ikat kepala dll.
c.       Dalam bentuk benda. Seperti : Senjata, benda-benda pusaka dan bertuah, cincin, gambar-gambar bernyawa, patung, topeng. 
d.      Amal-amal Wirid atau dzikir yang tidak diajarkan Nabi Muhammad saw.  Tidak ada dalil resmi yang bisa dipertanggung jawabkan, seperti beberapa "Sholawat", do'a-do'a yang diwiridkan (diulang-ulang) dengan bilangan yang ditentukan dengan hikmah (khasiat), fadhilah tertentu yang tidak ada keterangan SHOHIH secara disiplin ilmu agama.   e. Ilmu kadigdayan, kanoragan, tenaga dalam yang diperoleh melalui isian, "susuk", pernafasan, wirid-wirid bacaan dsb. 
e.      Kemaksiatan-kemaksiatan akibat melanggar larangan Allah dan RasulNya.  Seperti makan-minum dengan tangan kiri.  Meramal, datang ke paranormal  Dll.               

Hal-hal tersebut  akan dijadikan terminal/landasan jin agar mudah masuk kedalam tubuh kita yang selanjutnya mengintervensi akhlak dan tubuh kita.
Yang kedua external,  seperti : 
a.       Pelet, guna-guna, santet atau tenung/teluh serta sirep/Gendam (Hipnotis).  Termasuk dalam kelompok Sihir 
b.      'Ainul Hasad (pandangan jahat) atau Nafsul Hasad (jiwa yang jahat) dari Manusia & Jin
c.       Dijadikan tumbal
d.      Keluarga / Orang tua berbuat musyrik   Dll

Adakah ciri-ciri orang yang terkena gangguan Jin ?  Ada, hal ini disimpulkan dari pengalaman orang-orang yang positif terkena gangguan jin, seperti :

1.      FISIK
a.       Pusing-pusing sebagian atau keseluruhan, leher berat atau kaku
b.      Bahu, pundak selalu berat/pegal           
c.       Nyeri, panas atau teras berat pada bagian-bagian tertentu
d.      Sakit pada perut atau ulu hati
e.      Dada sesak atau panas
f.        Gangguan sekitar rahim, prostat, ginjal
g.       Pandangan mata kabur
h.      Mendengkur sangat keras ketika tidur atau suara gigi bergesekan
i.         Makan-minum berlebih
j.        Memiliki kekuatan fisik yang diluar kemampuan umumnya manusia
k.       Sakit yang sangat pada jam-jam tertentu
l.         Sakit yang berpindah-pindah
m.    Sakit yang tiba-tiba datang dan hilang,  Dsb.
2.     PSIKIS
a.       Mudah dan sering marah / tersinggung
b.      Bingung, sulit konsentrasi
c.       Sering bermimpi yang menakutkan
d.      Sering bermimpi didatangi binatang buas
e.      Sering bermimpi dengan orang yang sama
f.        Bermimpi jatuh ditempat yang tinggi
g.       Bermimpi berada ditempat yang bau busuk h.  Resah, gelisah, takut, minder
h.      Sulit tidur, banyak tidur
i.         Malas beraktivitas dalam kebaikan
j.        Sering berprasangka buruk,  was-was
k.       Mud tidak stabil
l.         Merasa ada bisikan-bisikan dihati atau di telinga
m.    Pernah atau sering mendengar suara letusan diatap atau sekitar rumah, khususnya malam hari
n.      Sering bisa “menebak”
o.      Bisa melihat “sesuatu” (makhluk atau benda) yang umumnya tidak terlihat oleh orang lain
p.      Merasa selalu ada yang megikuti, Dsb
3.     IBADAH
a.       Sering lupa jumlah raka'at shalat
b.      Terasa berat / mengantuk setiap berdzikir atau membaca Al Quran atau ketika hadir  di pengajian
c.       Sering sulit bangun pagi / subuh
d.      Sering batal ketika berwudlu
e.      Sering tidak yakin ketika berwudlu, mandi janabah atau was-was ketika salat,   Dsb
4.     Aktivitas Sosial
a.       “Terhalang” rizkinya, sering gagal dalam usaha mencari nafkah. QS. 2:268
b.      “Terhalang” jodohnya. QS. 2:120
c.       Dijauhi/dibenci rekan-rekannya, dsb

Jadi Ruqyah itu untuk yang kesurupan?  Justru itu pemahaman yang harus diluruskan, Rasulullah meruqyah dengan menyimpan telapak tangannya ditempat yang sakit dan membaca :
"Wahai Tuhan manusia, jauhkanlah penyakit, sembuhkanlah karena Engkaulah Yang  Maha menyembuhkan, tiada kesembuhan melainkan darimu dengan kesembuhan yang tidak akan meninggalkan (bekas) penyakit”.HR. Bukhori.  Hadits tersebut menjelaskan  bahwa Ruqyah tidak sekedar untuk gangguan non fisik namun juga fisik, seperti sahabat pernah meruqyah yang gila hingga ia sembuh. 

Apakah cukup dengan Ruqyah saja Ustadz untuk mengobati berbagai penyakit ?  Oh tidak, Ruqyah merupakan bagian dari Thib Nabawi (pengobatan cara nabi) sebaiknya diteruskan dengan terapi yang lainya yaitu Madu (Herbal) dan Hijamah (bekam, buang darah kotor) sebagai pengobatan yang terbaik yang beliau sabdakan. HR Bukhari , untuk kesempurnaan menempuh kesembuhan dan mengharap ridhoNya serta mengikuti Sunnah Nabi. 

Apakah dizaman Rasulullah saw ada sahabat yang menjadi praktisi ruqyah ? Subhanallah, Ruqyah merupakan diantara kesempurnaan Islam, betapa banyak umat Islam yang terjebak dengan kemusyrikan, ada yang pakai susuk, ada yang terkena sihir, guna-guna, pelet dll, apabila Islam tidak memberikan solusi akan hal itu niscaya ketika mereka bertobat dan mencari jalan kesembuhanya mereka akan datang kepada dukun-dukun terkutuk itu, Na'udzubillahi Min Dzalik.  Oleh karena itu kita bisa melakukan ruqyah sendiri, namun bila kekuatanya lebih kuat kita butuh bantuan orang lain, bukan berarti praktisi ruqyah lebih shaleh dari yang lain namun ia punya pengalaman dalam hal tersebut, sebagaimana kita datang ke dokter bukan berarti ia lebih sehat namun ia berpengalaman dibidangnya. Wallahu A'lam. 

Setelah mendengar penjelasan seperti itu dengan hati yang mantap serta yakin Ahmadi membawa ibunya untuk diruqyah, ternyata positif, ibunya terkena gangguan jin terbukti ketika ia diruqyah seperti kehilangan kesadaran dan keluar suara-suara yang aneh dari mulutnya juga dari muntahnya yang bercampur dengan darah, hal itu menunjukan sudah lamanya gangguan.  Setelah dua kali diruqyah, dibekam dan diberi racikan obat-obatan dari herbal,  Alhamdulillah ibunya sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa seperti tidak pernah sakit parah.

Ahmadi merasa takjub dengan kedahsyatan pengobatan cara Nabi ini,  “Dalam hati saya masih ada pertanyaan yang mengganjal Ustadz”, ketika mengantar ibunya yang ketiga kali.  “Apa itu? Sahut Ustadz.  “Karena ibu saya sekarang sudah sembuh, bolehkah terapi-terapi ini, digunakan bagi orang yang tidak memiliki keluhan seperti saya? Karena sayapun ingin merasakan kedahsyatan pengobatan cara Nabi ini, sepeti diRuqyah,dihijamah?
“Oh itu rupanya, sangat boleh.  Karena inilah rahasia Rasulullah saw menjadi orang yang sangat kuat dan sehat, ketika beliau usia senja HR. Muslim menyebutkan beliau salat malam satu raka’atnya membaca lebih dari 700 ayat dan yang lebih menakjubkan lagi ruku dan sujudnya sebanding dengan berdirinya, Subhanalloh.  Ternyata beliau senantiasa berbekam pada tanggal 17 atau 19 atau 21 di bulan Hijriyyah, karena itu merupakan waktu yang tepat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.”  

 Apakah setelah diruqyah mesti dibekam?  Ya, idealnya seperti itu, karena Rasulullah saw.  Bersabda :  “Sesungguhnya Syetan mengalir dalam peredaran manusia”. HR. Bukhori-Muslim.  Dalam kajian jinologi, mereka membuat kapling dalam tubuh manusia, mengintervensi dengan memberi ide-ide negatif hingga penyakit yang menghalangi kekhusyuan ibadah kita, karena beningnya hati, khusyunya ibadah mesti didukung dengan sehatnya jasmani-rohani kita. Selain itu bekam merupakan terapi yang terbaik bagi umat manusia (HR. Bukhari), juga sebagai amanah instruksi para Malaikat yang berjumpa dengan Rasulullah saw ketika beliau Isra’-Mi’raj :  “Wahai  Rasulullah gunakanlah bekam dan suruhlah umatmu untuk mengerjakannya.” HR. Tirmidzi. 

Akhirnya Ahmadipun didiagnosa diruqyah, hijamah dan diberi resep herbal.  “Subhanalloh betul Ustadz, tubuh saya sekarang menjadi lebih ringan dan berat dibahupun jadi hilang serta sedikit kaku ditangan-kaki juga lebih nyaman sekarang.  Awalnya saya takut, karena dikira sakitnya luar biasa, eh ternyata lebih sakit digigit semut daripada dibekam.  Dan tadi ketika diruqyah kenapa suara saya ngorok seperti tadi ustadz”?  “Ya, karena antum juga positif terkena gangguan”. “Pantas dari ciri-ciri tadi banyak yang sesuai dengan yang saya rasakan”.  “Ya begitulah kadang-kadang kita tidak sadar, sesungguhnya kita juga terkena gangguan Jin, oleh karena itu baiknya dalam sebulan sekali kita tune-up tubuh kita dengan pengobatan cara Nabi”.

Wallahu A'lam bish Showab.

0 komentar:

Posting Komentar


Klinik Bekam Ruqyah Center (BRC) Cirebon
Jl. Raya Sunan Gunung Jati RT. 12/3 No. 71 Desa Klayan Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon Kode Pos 45151
WA : 081394 081304 HP : 0851-0484-0724
PIN BBM : 29024C44
Jam Praktek :
Buka Setiap Hari dari jam 09.00 sd 17.00 WIB
Kecuali Jum'at jam 13.00 sd 17.00 WIB

twitter : @brccirebon
FB : https://www.facebook.com/brccirebon1
youtube : https://www.youtube.com/user/bekamruqyahcirebon